Nilai penting dipelajari karena nilai menjadi dasar bagi kita untuk memahami sikap dan motivasi serta dapat mempengaruhi persepsi kita tentang "apa yang seharusnya" dan "apa yang tidak seharusnya".
Tipe Nilai:
- Nilai Terminal: Bentuk akhir keberadaaan yang sasarannya sangat diinginkan yang ingin dicapai seseorang dalam hidupnya.
- Nilai Instrumental: Bentuk perilaku atau upaya pencapaian nilai-nilai terminal yang lebih disukai oleh orang tertentu.
- Nilai Antar Budaya: Menurut "Hofstede" ada 5 dimensi nilai budaya nasional yang membedakan sikap para manajer, yaitu:
- Jarak Kekuasaan.
- Individualisme VS Kolektivisme.
- Kuantitas Kehidupan VS Kualitas Kehidupan.
- Penghindaran Ketidakpastian.
- Orientasi Jangka Panjang VS Orientasi Jangka Pendek.
Sikap adalah pernyataan atau penilaian 2 evaluatif berkaitan dengan objek, orang, atau peristiwa.
Komponen sikap:
- Kognitif: suka atau tidak suka, positif atau negatif. Sesuatu yang hanya dalam pikiran.
- Afektif: Perasaan.
- Perilaku.
Tipe-tipe Sikap:
- Kepuasaan Kerja: sikap umum individu terhadap pekerjaannya.
- Keterlibatan Kerja.
- Komitmen Keorganisasian.
Teori Disonansi Kognitif
Jika ada ketidak konsistenan antara atau ketidaksesuaian antara perilaku dan sikap maka seseorang akan berusaha menyeimbangkannya sehingga mencapai disonansi yang minimum.
Cara Karyawan Mengungkapkan Ketidakpuasan:
- Keluar: ketidakpuasaan yang diungkapkan melalui perilaku yang diarahkan ke meninggalkan organisasi.
- Suara: melalui upaya-upaya aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi.
- Kesetiaan: diungkapkan dengan cara pasif menunggu keadaan membaik.
- Pengabaian: melalui membiarkan kondisi memburuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar